masalah pendidikan

Hari ini dan besok adalah workshop psmk teknik alat berat di bandung. tujuan diriku berada disini? well.. krn mmg kepingin banget tahu konsep seperti apa yang selama ini didengung2kan seorang bapak yang cukup matang malang melintang di kantor tempatku berada sekarang.

Si bapak Andi Makmur pnya ide2 utk membangun manusia, basic foundationnya cukup mendasar,... karakter. So, menurut beliau, pendidikan berbasis karakter patut dimasukkan di kurikulum pendidikan dasar hingga tinggi... sedangkan yang beliau sedang rintis adalah di kurikulum pendidikan menengah jurusan alat berat dan pendidikan tinggi alat berat (politeknik).

Jadi hari ini daku mengikuti lagi konsep beliau. Konsepnya sederhana diambil dari 7 habits Stephen covey... siapa yo yg belum baca bukunya? :D Jadi konsepnya memang tidak muluk2.. cm bilang, klo ilmu + karakter = manusia berpendidikan yang berkarakter, dan yg ini yg diinginkan industri. Jadi lulusan tsb pasti menjadi lulusan yang paling dicari2 industri.

Hari ini,.. ternyata daku dikasih bonus lagi sama Tuhan. Selain bisa mendengarkan live penjelasan dari beliau, hari ini mendengar banyak curhat dan cerita dari para guru/perwakilan SMK di Indonesia ini... seruuuuuu!!

Mereka mengeluh.. knapa kalau lagi event nasional seperti ini, ketika curhat masalah dana infrastruktur pembangunan sekolah guna mewujudkan pendidikan berbasis kompetensi, dari pusat cm bilang, dana tsb sudah disalurkan ke daerah masing2. Nahh.. sekolah2 ini tidak merasakan adanya kucuran dana dari diknas di daerah.. hehehe... nah lhoo.. kemana dananya nyasar? :D

Ternyata diriku hari ini mendengar dari mereka langsung. :) Mendengar juga keluh kesah kalau murid masuk SMK itu klo memang tidak diterima di SMA pilihannya atau SMA manapun. Jadi yg berniat masuk SMK itu cm orang2 kepepet, gak kaya, dan gak jenius. :D
Jadi kualitas murid2nya yaa... seperti itu..

Tapi tadi denger jg cerita dari smk di malang.. bhw murid2nya banyak berasal dari desa sekitar.. klo ke sekolah naik sepeda onthel.. tapi niat untuk belajar dan bersekolahnya kuat sekali... dan itu yang memotivasi sekolah tsb terus menerus memperbaiki kualitas walau kekurangan banyak hal (infrastruktur dan dana)..
Dan mereka cukup puas ketika lulusan mereka diteirma di perusahaan2 asing yang memerlukan mekanik dengan keahlian khusus alat berat.
Sekarang mereka bahkan bisa membangun rumah orangtua yang cuma bedeng tanpa ditembok semen, bisa beli TV buat ortu, bisa ganti hape yg 5juta.. hahaha...
Ya iya laa... mekanik alat berat mah beda sama mekanik mobil.. beda banget.. jelas bayarannya beda..

Makanya heran.. knapa peminatnya ga banyak ya? Padahal orang2 dgn tenaga spt ini sangat dibutuhkan dan peluang kerja tidak hanya di Indonesia, dengan kualitas hasil didikan di industri multinasional, peluang bekerja di luar negeri pun terbuka luas...

Mungkin karena belum tenar... *duh.. jadi gregetan pingin mem-PR-kan hal ini..*


Comments

Mufti AM said…
Pendidikan di Indonesia masih terus menyisakan masalah yang tak kunjung selesai. Dari terbatasnya sarana dan prasarana di daerah pelosok, minimnya anggaran, kualitas pendidikan, SDM yang masih perlu ditingkatkan sampai penggunaan dana yang masih belum jelas. Hal itu memerlukan pembenahan lebih lanjut.

Popular posts from this blog

Terapi Wicara untuk Anak Speech Delay..., perlu kah?

Doa berkat dari tulang (pasu-pasu ni tulang) - a batak tradition

Terapi Wicara vs Day Care / Preschool