She Wants to be a Game Maker, a Phone & Computer Maker

2 bulan lalu, anak perempuan saya, si Onie umur 7th merengek-rengek minta ikut ekskul Coding bee di sekolahnya. Dalam hati saya membatin, keren juga anak SD jaman now ada ekskul seperti ini (walaupun sbenarnya ini pengenalan IT ke anak2 dengan cara simple dan sudah pakai aplikasi). Mungkin ekskul ini sudah ada sejak lama tapi saya yang kudet. Hehehe..
Kami ortunya akhirnya setuju dia ekskul tsb. Its okay dia explore hal2 baru yang dia suka.

Suatu waktu di perjalanan ke sekolah, anak ini tetiba bilang "mama, i want to create a phone, make a game, create computer." Saya sempat terdiam. Buat mamak generasi x ujung macam saya, cita2 dia (yang bisa jadi berubah seiring dengan bertambahnya umur dan pengetahuan) ini cukup bikin surprise. Waktu saya seumur dia cita2 paling jadi guru, dokter, tentara... lah ini mau bikin handphone, mau bikin komputer. 😅😅 Canggih jg 🤣

Saya jadi teringat satu presentasi dari principal sekolahnya. "The biggest challenge is to prepare our children for today's and tomorrow's job." Si principal sampaikan kalau di masa depan akan ada profesi2 baru dari turunan disiplin ilmu sekarang yang nantinya akan lebih spesifik dan jauh lebih sophisticated. Sekarang saja udh ada biomedicine, nanotechnology, biomedical informatics, dll.. gmn 10 tahun mendatang ketika anak ini ready utk kuliah? Pasti akan ada lebih banyak pilihan2 yang nanti dia harus pilih. Mungkin akan ada profesi2 baru yg hanya akan dikuasai anak saya dan generasinya.

Anak saya mungkin akan bakal berubah cita2nya seiring dengan semakin banyak yg dia pelajari dan ketahui. sebagai orangtua harus bersiap2 dengan masukan2 logis dan alternative solutions agar dia tidak salah pilih. Artinya orang tua harus kerja keras untuk selalu update dengan the latest knowledge dan harus terus antisipasi dengan perubahan.

Kemarin2 saya berpikir keras bagaimana kalau anak ini makin suka di bidang teknologi informasi. What should we as parents do? krn AI is the now and the future, her brain mungkin akan sulit menandingi kecerdasan AI nantinya.

Tapi akhirnya saya memutuskan utk tidak kuatir. Ayat ini menguatkan saya: Matius 6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?


#latepost

Comments

Popular posts from this blog

Terapi Wicara untuk Anak Speech Delay..., perlu kah?

Doa berkat dari tulang (pasu-pasu ni tulang) - a batak tradition

Terapi Wicara vs Day Care / Preschool