Posts

Showing posts with the label speech delay

Leonie in her first day of school ... a speech delay journey

Leonie is now walking to her next journey, as a primary school student. Masih dengan keterbatasannya menggunakan bahasa Indonesia mix English. Masih belum jelas mengutarakan opininya, masih slebor, tidak fokus, ... but I dare to put her in a new school. This is her second day. On her first day, she was nowhere to find among her friends. I was panicked. She was not on the line with her friends who were waiting to be picked up by parents. I desperately ask her teacher where she was. Then a security officer brought her with him and when she saw me, she ran and hugged me. She was not crying. I ask her, why she was not stand in the line with her friends and teacher. Repeating her answer, she said that she had been looking for my car. "But I could not find your car, mom. I was looking for your car, mom" "You could just ask your teacher, where is your mom," said the security guy. "please don't be separated from your teacher tomorrow," the guy conti...

Speech Delay - i've passed this challenge

After a while... I decided to write again the development of our child, Leonie. Posts tentang speech delay di komen beberapa kali oleh para bunda yang senasib galaunya dengan saya setahun yang lalu.  See posts terapi wicara untuk anak speech delay and terapi wicara vs day care . Agustus 2015, Leonie tepat berusia 4 tahun. Sesuai dengan umurnya, kami memutuskan untuk memasukkan Onie ke TK. Untuk itu, kami kembali menetap di rumah ortu karena sekolah yang kami pilih yang dekat dengan rmh ortu. Onie sekolah bareng dengan sepupu yang seumur dengannya.  TK yg kami pilih adalah TK kekinian yang bahasa pengantarnya bilingual- bahasa dan English dan katanya sudah meng-adopt kurikulum ala2 Cambridge.  How was Onie? Well, dengan kesulitannya mengungkapkan kata2.. sangat sulit untuk Onie berinteraksi dengan sekelilingnya. Onie masuk dengan kata2 yang sangat terbatas, tidak bisa mengungkapkan keinginannya, masih suka semaunya, ignorance dengan sekitar, masih pakai diapers, ...

Terapi Wicara vs Day Care / Preschool

Ini postingan update dari postinganku sebelumnya tentang my baby Leonie yang aku putuskan untuk berhenti terapi wicara. (postingan lama) In January, me and husband decided to stop all Leonie speech therapy and enrolled her to Day Care inclusive preschool. Kami gambling sebenarnya karena terngiang-ngiang himbauan dari para dokter dan psikolog anak bahwa anak Speech Delay disarankan TIDAK diikutkan di preschool terlebih dahulu karena dikhawatirkan anak tersebut akan merasa berbeda karena belum bisa berbicara dan berakibat ke low self-esteem and self confidence.  Saya membaca salah satu buku Ayah Edi dan di buku tersebut disebutkan bahwa anak Telat bicara tidak perlu terapi, hanya perlu banyak bergaul dan diajak ngobrol.  Two different opinions. Sangat bertolak belakang.  I wrote this on May, 3rd. 4 bulan setelah Leonie bergabung di Day Care-nya. Bagaimana perkembangan anak ini sekarang di usianya 2 tahun 9 bulan?  1. Bisa mengucapkan 1 - 10 dlm bahasa Indonesi...

Terapi Wicara untuk Anak Speech Delay..., perlu kah?

Please be remind, ini hanya opini saya pribadi berdasarkan pengalaman saya menjalani hari-hari dengan si cantik ndut Leonie yang ketika 2 thn 2 bln divonis speech delay. Jika anda adalah therapist, psikolog anak, dokter neuro anak dan tidak sepaham dengan pendapat saya, silahkan saja.  Jadi ceritanya begini... Satu-satunya anak kami, Leonie genap 2 thn di tanggal 2 Agustus 2013. Tidak ada keanehan darinya, semua terlihat baik-baik saja, gemuk, lucu, dan aktif. Hingga ketika seminggu lewat dari ulang tahunnya, saya merasa aneh ketika sepupunya bisa merespon pertanyaan, dan merepetisi omongan kita dengan baik. Berbeda dengan Leonie yang hanya bisa menunjuk dan membeo tdk jelas dan belum bisa memanggil mama atau papa.  Panik, saya bawa leonie check up ke dsa-nya dan disana dilakukan assessment dasar untuk mengetahui perkembangannya yang dilakukan oleh perawat di rs tsb.  Hasilnya? Semua baik, responsif, motorik kasar dan halusnya juga baik, pemahaman bentuk, nama b...

Terapi Wicara untuk Anak Speech Delay..., perlu kah?

Please be remind, ini hanya opini saya pribadi berdasarkan pengalaman saya menjalani hari-hari dengan si cantik ndut Leonie yang ketika 2 thn 2 bln divonis speech delay. Jika anda adalah therapist, psikolog anak, dokter neuro anak dan tidak sepaham dengan pendapat saya, silahkan saja.  Jadi ceritanya begini... Satu-satunya anak kami, Leonie genap 2 thn di tanggal 2 Agustus 2013. Tidak ada keanehan darinya, semua terlihat baik-baik saja, gemuk, lucu, dan aktif. Hingga ketika seminggu lewat dari ulang tahunnya, saya merasa aneh ketika sepupunya bisa merespon pertanyaan, dan merepetisi omongan kita dengan baik. Berbeda dengan Leonie yang hanya bisa menunjuk dan membeo tdk jelas dan belum bisa memanggil mama atau papa.  Panik, saya bawa leonie check up ke dsa-nya dan disana dilakukan assessment dasar untuk mengetahui perkembangannya yang dilakukan oleh perawat di rs tsb.  Hasilnya? Semua baik, responsif, motorik kasar dan halusnya juga baik, pemahaman bentuk, nama b...