Posts

“COMMUNICATING WITH GENERATION Y IN WORKPLACE”

my essay yg selesai SKS. :D  “COMMUNICATING WITH GENERATION Y IN WORKPLACE”   1.   BACKGROUND “It’s so hard talking to a child, mba,” one of staff in our team once told me while I checked her how was the progress with the employee event. I assigned her to organize an employee event and purposely asked her to collaborate and engaged with other colleagues especially the new comers, the fresh graduates. She disliked the fact that the new comers who mostly in their early twenties (while she was in her late twenties) were negative, offensive, and having so much complaints about the organization but less action. But surprisingly, she added, they produced extremely new, fresh and creative ideas that would stand out if we put into execution. I remember back then when I was looking for an intern to help our communication team. The Recruitment department offered me candidates, students from prestigious universities in Jakarta with Communication majo...

straight talk

Kita terbiasa hanya mau mendengar hal-hal yang manis di dengar dan menyenangkan hati daripada mendengar realita. Kita tidak terbiasa mendapati orang lain berbicara terus terang, apa adanya kepada kita.  Kita lebih memilih mendengar mereka membungkus ucapan mereka dengan kalimat pembungkus yang indah, yang tidak bercerita apa adanya Kita lebih memilih orang-orang itu bersikap munafik  Saya terbiasa dengan hal ini Saya bahkan menjadi pelakunya Saya hanya menceritakan yang baik-baik ke orang-orang itu Untuk berbicara apa adanya, harus melihat situasi dan kondisi. Itu pun harus menggunakan kata-kata pengganti, kalimat yang halus dan diupayakan tidak menyinggung bahkan berbicara pun harus pakai strategi Ada saatnya merindukan saat dimana bisa bicara apa adanya ketika saya tidak suka, saya bisa bilang langsung ketika saya tidak setuju, saya bisa mendebatnya langsung ketika mereka saya kritik, saya tenang karena mereka terbiasa dengan kritik tersebut Jenuh sih iya Le...

we can't control social media

ah.. akhirnya aku menulis lagi. :) Berkutat dengan pekerjaan yang sepertinya tidak ada habis2nya, membuatku tidak memiliki lagi waktu eksklusif untuk menuangkan unek2 di halaman ini. Sampai akhirnya sebagai seorang yang berkecimpung di dunia komunikasi, aku harus mengeksiskan diriku dan berharap ada orang yang mampir ke blog ini dan menjadikan aku terkenal. hehehe... (gajelas) Yang mengusikku seminggu terakhir ini adalah hal pekerjaan yang bersentuhan dengan Social Media. Jujur, sebagai praktisi komunikasi, pembahasan soal social media atau dulu hanya tentang internet user, sudah sejak 1999 aku gemari, Sampai2 skripsi pun tentang internet user, di tahun 2003, ketika pengguna internet belum membludak seperti saat ini, dan topik ini sudah aku pahami, menurutku, walaupun belum bersentuhan sama sekali dengannya.  Hingga seminggu terakhir ini. Aku tidak bisa menjabarkan secara detail karena pastinya akan membuka dapur kantor. Singkat kata, beredarlah isu melalui bbm dan sms tenta...

Gotong Royong - the word i missed the most

dua frase kata Gotong Royong tiba-tiba mencuat dalam kepikiranku sore ini, saat sesi hibernasi di kantor. :)  kenapa? Well, to be honest to say, saya orang yang mungkin bodoh bagi sebagian orang tapi menurut saya, ini adalah hal yang terbaik yang harus saya lakukan untuk diri saya sendiri dan mungkin juga bagi orang lain.  i love to help people. jika saya bisa membantu. saya suka terlibat, kalau orang tersebut mau melibatkan saya. dan saya tidak suka memperdebatkan atau beragumen untuk hal-hal yang menurut saya masih make sense dan umum dan tidak merugikan suatu pihak.  tapi seringnya, saya melihat di sekeliling saya, berargumen atau berdebat bukan untuk kepentingan bersama tapi untuk kepentingan ego-nya sendiri supaya menang, atau untuk pamer, show off kalau dirinya bisa dan pintar. Padahal yah, saya sering senyum2 sendiri dalam hati kalau mendengar komentar-komentar lucu yang rasionalisasinya jauh banget dari realita atau pencapaian dan sangat tidak masuk akal. nt...

Kisah Seorang Wanita Yang Menjual Keperawanannya

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima. Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok. Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya. Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa. Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya: ” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu ses...