Posts

Fannie Indopacific

Ada yg menarik akhir2 ini.. tadinya sih ga niat posting disini.. tapi gpp lah.. :) From: Rakhmat Baihaqi E-mail: rakhmat_b@... Date: Thu, 15 Jun 2006 03:31:46 -0700 (PDT) Subject: [PERS-Indonesia] Ajakan Boikit Indopacific Teman-Teman Bursa Efek Yang Ganteng dan Manis Perihal kejadian yang saya dan Ardian "Detik Porter" alami, ketika kami ingin meliput acara konferensi pers Sari Husada. Namun setelah dengan lelah, letih dan capek sampai di tempat konfrensi Pers, Fanie Indopacific dengan entengnya mengatakan, "Maaf yah mas, ini cuma media briefing dengan 8 media, jadi kalian tidak boleh masuk". Kesel, marah, muak bercampur jadi satu mendengar perkataan Fanie itu. Pasalnya, Fanie sudah kenal kami banget. Mendengar jawaban itu, kesannya Detik dan Sindo merupakan media ecek-ecek. Yang diundang oleh Fanie Indopacific kalau ada launching aja. Kurang ajar tuh cewek. Pengalaman ini sudah dialami oleh Ardian 3 kali dengan Indopacific. Lagi-lagi dengan ...

Developing a CSR model for Indonesian business

Opinion and Editorial - June 26, 2006 Daniel Lindgren, Jakarta Warren Buffet ones said "it takes 20 years to build a strong reputation and only five minutes to ruin it". If one is to believe one of the world's most successful business leaders there are two important messages in that statement. First, reputation, whilst very intangible, is a highly valuable asset that needs constant nurturing to develop. Secondly, the downside risk is very significant and means even a small mistake can potentially be very costly. The same applies to corporate reputation, a key corner stone of stakeholder management. Corporate reputation stems from the values shared in common by both the company and all its key stakeholders including the general public. It is built from evidence of behavior in which common values have manifested themselves. Companies therefore invest valuable resources on corporate social responsibility (CSR) activities in an effort to be perceived as good corporate citizen...

Social Marketing

I am now studying social marketing concept.. anyone can help? :)

*Leadership in Venus: "I Did It My Way"

* Oleh: Hermawan Kartajaya Saya sudah berkeliling dunia untuk menghadiri berbagai leadership forum dan bertemu dengan berbagai pemimpin kelas dunia. Tapi, bagi saya, opening speech Mahathir Mohamad pada acara Asia Inc Forum on Leadership for Southeast Asia di Putrajaya, Malaysia tanggal 9-10 Juni 2003 lalu memang benar-benar mengesankan. Secara singkat, pemimpin Malaysia ini dalam kata-kata bijaknya mengatakan,"If you do things that are expected of you, then that's not a decision at all. You're not a leader, you are just follower …..As I have said, we[leaders] do not just follow. We think about doing things our own way. You know the song My Way ? People like to sing that song when I'm present because they say that I like to do things my way." Luar biasa! Inilah gaya kepemimpinan Mahatir. Mari kita lihat kebelakangsejenak beberapa langkah yang telah diambilnya sebagai Perdana Menteri Malaysia. Mahatir berhasil menciptakan sebuah kelas menengah Melayu...

Lara : insanity case

I can see that there are still so many cases similar like stories below.. I just cant help it.. i dont know what and how to say to relieve my feeling for this things. How come a mother sold her own daughter to strangers? how come she made her only daughter become a prostitute?? this world goin insane..!

Kisah Lara

Sejak rencana penangkapan ibu kandungnya mulai disusun, kondisi psikologis Lara terguncang hebat. Batinnya berada pada dua kutub perasaan yang mendasari pilihan sikap yang saling bertentangan: satu sisi ingin melepaskan diri dari eksploitasi seks yang dimotori ibu kandungnya, di sisi lain sebagai anak dia merasa ”wajib” untuk berbakti. ”Apakah perbuatan saya ini berdosa, Bu?” tanya Lara kepada Kepala Unit Remaja Kejahatan dan Anak (Renakta) pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metropolitan Jakarta Raya Komisaris Sri Suari beberapa waktu lalu. Pertanyaan itu diajukan di saat polisi tengah meyakinkan keluarga besar Kh (44)—ibu kandung Lara dan saudara-saudara Lara. Di tengah pemahaman subkultur dari adat ketimuran yang begitu tunduk pada seorang ibu, pertanyaan yang diajukan Lara tentu tidak bisa dijawab dengan mudah. Apalagi ketika pemahaman tentang keberbaktian itu begitu merasuk ke dalam setiap relung hati dan tingkah laku serta berbuatan Lara sejak kecil, baik karena penga...

Empat Tahun Dijual Ibunya kepada "Om-om"

Damn... gw ga tau mesti kasih stempel apa ke seorang IBU yang seperti ini... Jahat! Keterlaluan.. . Kompas, 23 Februari 2006 Hal. 1 wrote .. Entah hari-hari macam apa yang akan dilalui Lara (18), sebut saja begitu. Sejak kelas II SMP atau usia 14 tahun, ia ”dijual” oleh ibu kandungnya kepada laki-laki hidung belang. Wanita setengah baya itu duduk di halte bus Pasar Jumat di depan Gedung Sekolah Lanjut Perwira Kepolisian Negara RI, Jakarta Selatan, Rabu (22/2). Dari pakaian yang dikenakannya, sepintas ia seperti wanita baik-baik. Mengenakan pakaian warna kuning lengan panjang, wanita itu terlihat gelisah seperti menanti seseorang. ”Maaf, jam berapa, Mas?” tanyanya singkat. ”Jam 13.40,” jawab Kompas yang sedang berada di halte tersebut. Lima menit berlalu. Wanita itu melepas kacamata bening berbingkai kuning dan memasukkannya ke dalam tas hitam yang sejak awal ia dekap erat. Kegelisahannya makin terlihat jelas ketika berkali-kali dia menebar pandangan, seakan tak sabar menunggu ked...

Love is A Chemical Process!

Image
Tahukah Anda jika selama ini cinta yang pernah Anda rasakan itu adalah sebuah bagian dari proses kimia, sebuah proses yang membuat Anda merasakan sesuatu yang 'aneh' pada diri Anda. Meskipun kita tahu cinta sendiri ga selalu datang dari 'mata turun ke hati'. Namun dalam sebuah penelitian cinta justru datang dari indera menuju rasio dulu, maksudnya dari mata diolah ke otak sebelum menuju ke hati. Sehingga otaklah yang jadi 'pusat pengendali' proses cinta itu. Memang cinta datang lewat indera dari mata, hidung, kulit ataupun telinga. Sinyal-sinyal dari alat indera itu lantas merangsang otak untuk memproduksi sejumlah senyawa kimia yg kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Otherway, Love is chemical process, not just emotions!! So, bukan sesuatu yang aneh jika orang jatuh cinta suka tersenyum tersipu-sipu, wajah memerah, tangan berkeringat dingin atau nafas jadi tak teratur. That's all chimical process of love . Para ahli mengatakan, seperti dikutip dari Time Mag...

Knowing who to influence – a key tool for both marketers and corporates

‘PR cuts through clutter using third party endorsements. Buzz occurs when people talk about you versus advertising when you are talking about yourself”, Jerry Schwartz – veteran US PR agency owner. PR has always worked to disseminate messages through influencers – independent 3rd parties. When they say good things about an organisation, person, product or service it usually confers more credibility than if you tried to say it yourself. Traditionally media has been the main PR influencer – and getting implied endorsement from the media is still one of the most powerful tools. But now PR is taking the influencer model further and starting to use it to create word-of-mouth ‘buzz’. And a lot of the campaigns don’t even involve using the media! So who are influencers? They are individuals with the power to sway or affect attitude or behaviour based on their prestige, ability or position. Or “expertise from people who can’t afford to lie,” according to Faith Popcorn. Why are they important t...

quote frm online PR thoughts

Image
The modern rules of advertising? AD BREAKDOWN The Magazine's review of advertising Men are tired of their portrayal in advertising, according to a new book by Michael Buerk. But images of men behaving stupidly is not the only cliche which irritates writer John Camm. Dad in muddy boots walking blithely across a kitchen floor just cleaned by an e xasperated mum who just gives a frustrated but loving smile to her giggly children, who cry out: "Da-a-ad!". Just one advertising cliche, and just one where no-one behaves like people really do. It's the kind of thing which irritates John Camm. "It's tiresome to see male characters in adverts who don't resemble anyone you know," he says. "But what's perhaps worse is the absolute reliance of advertising on its own regurgitated cliches." He has drawn up a list of seemingly unwritten rules which, he concludes, might as well be the Advertising Bible. Add your views to his list...